Cara Mengetahui Perbedaan Perut Buncit dan Hamil Pada Wanita

Cara Mengetahui Perbedaan Perut Buncit dan Hamil Pada Wanita

kardinalmarine.com – Bagi seorang perempuan yang aktif secara seksual dan merasakan gejala fisik tertentu, seperti tiba-tiba perut membesar. Terdapat kemungkinan bahwa di dalam perutnya tengah mengandung janin alias hamil. Akan tetapi, perut membesar juga bisa dikarenakan sedang kembung atau bahkan membuncit lantaran timbunan asam lemak berlebih. 

Ketika dalam posisi duduk, terkadang perut wanita yang membesar tersebut akan membingungkan. Pasalnya, orang akan berasumsi apakah ia sedang hamil atau hanyak buncit biasa. Untuk memastikan kebenarannya, kami akan berikan informasi mengenai perbedaan perut buncit dan hamil saat duduk. Mari simak sampai habis artikel ini!

Tanda-tanda Perempuan Sedang Hamil

Selain perutnya mulai membuncit, kehamilah seorang perempuan juga dapat dikenali dengan berbagai macam tanda-tandanya. Berikut 6 tanda-tanda awal masa kehamilan.

  1. Merasa mual

Tanda kehamilan yang umum dirasakan seorang perempuan adalah gejala mual dan ingin muntah di awal-awal masa kehamilannya, yaitu antara 2-8 minggu pertama setelah masa pembuahan. Akan tetapi, tidak sedikit juga perempuan tak merasakan gejala ini maka untuk memastikannya bisa juga mengenali apakah ada gejala lainnya.

 

  1. Sering mengalami pusing sampai sakit kepala

Seiring melonjaknya kadar hormon kehamilan dalam tubuh serta diiringi dengan membesarnya rahim maka rasa pusing maupun sakit kepala akan terjadi. Kepala akan terasa berkunang-kunang, bahkan dalam kondisi tertentu akan mengakibatkan pingsan lantaran rasa sakit yang tak tertahankan.

 

  1. Terlambat menstruasi

Gejala ketiga ini bisa menjadi acuan juga untuk mengetahui apakah perempuan sedang hamil atau tidak. Untuk memastikannya, maka Anda harus mengetahui riwayat siklus menstruasi. Jika rupanya memang sering tidak teratur maka terlambat mens belum tentu bisa menandakan apakah sedang hamil atau tidak. Namun jika teratur maka kemungkinan hamil itu bisa saja terjadi.

 

  1. Payudara membengkak

Ketika janin bertumbuh di dalam rahim maka wajar bila payudara mulai membengkak. Hal tersebut merupakan gejala proses persiapan produksi ASI pada calon ibu.

 

  1. Konstipasi
  2. Timbul bercak disertai kram

Di masa awal-awal kehamilan biasanya muncul bercak atau flek dari vagina. Bercak tersebut berasal dari adanya proses implantasi. Keluarnya bercak tersebut terkadang juga disertai dengan kontraksi rahim dimana rasanya seperti sedang kram.

Perbedaan Perut Buncit Biasa dan Hamil

Salah satu cara ampuh untuk membedakan apakah perut seorang perempuan membesar karena buncit biasa atau hamil adalah dengan melakukan tes kehamilan. Ada berbagai macam alat tes kehamilan atau biasa dikenal test pack yang dijual di apotek. Apabila Anda mengenali tanda-tanda tersebut di atas, kemungkinan besar perut membesar dikarenakan sedang berbadan dua.

Akan tetapi, jika tanda-tanda di atas tidak ditemukan pada seorang perempuan, baik ketika sedang duduk, berdiri, maupun berbaring maka ada kemungkinan besar ia hanya buncit biasa. Buncit biasa secara umum tidak akan disertai keenam tanda-tanda kehamilan di atas. 

Selain bisa dikarenakan sedang mengalami penimbunan asam lemak, rupanya perut buncit juga bisa dipicu oleh beberapa hal lain. Apa saja itu? Berikut ini di antaranya.

  1. Fluktuasi hormon
  2. Stres
  3. Irritable bowel syndrome (IBS)
  4. Kembung
  5. Kanker ovarium
  6. Tumor
  7. Menopause

Apabila Anda menemukan gejala yang tidak wajar di samping perubahan bentuk perut yang kian membuncit, maka alangkah lebih baiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan. Jika diketahui bahwa ternyata perut membesar dikarenakan timbunan lemak berlebih saja maka tak ada salahnya untuk segera mengatasinya agar berat badan bisa jadi ideal kembali.

Baca Juga : Yuk, Ketahui Berbagai Cara Melempar Cakram Dengan Benar Berikut!

Nah, demikian itulah penjelasan mengenai perbedaan perut buncit dan hamil saat duduk, berdiri, mapun berbaring yang bisa kami sampaikan. Penting bagi kita untuk senantiasa memerhatikan kesehatan diri maupun anggota keluarga. Bila terjadi gejala-gejala yang tidak biasa, maka kita bisa dengan sigap menanganinya agar tidak terlambat nantinya. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!